Kamis, 17 April 2014

makalah metabolisme sekunde

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Metabolime Sekunder Tumbuhan”.
Kami menyadari bahwa keberhasilan penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung.
Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan berkah dari Allah SWT. Akhir kata kami mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan,. Amin.
                                                                      Padang,   Juni 2012
                                                                              Penulis  
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan memiliki pertahanan yang melindungi tumbuhan tersebut dari pemangsa yang mengacam pehidupantumbuhan tersebut. Banyak sistem pertahanan yang dimiliki oleh suatu tumbuhan,baik menggunakan sistem mekanis seperti putri malu yang menutup dirinyasehingga pemangsa tidak mau mengkonsumsinya. Selain itu ada pertahanan yang menggunakan zat kimia sehingga hewan yang mengkonsumsinya akan merasakan rasa yang tidak enak atau mengalami gangguan fisiologis sehingga hewan tersebut tidak ingin mengkonsumsi tumbuhan tersebut.
Zat kimia yang menjadi salah satu pertahanan yang dimiliki tumbuhanadalah metabolit sekunder. Metabolit sekunder merupakan hasil metabolisme yang dikeluarkan tanaman. Selain pertahanan metabolit sekunder juga dapat digunakan untuk keperluan manusia seperti obat, pewarna, pengharum, serta bumbu masak.
salah satu tumbuhan yang memiliki pertahanan diri menggunakam metabolisme sekunder adalah serai. Akibat metabolisme yang dikandung oleh serai,beberapa serangga mengalami gangguan jika terkena atau menghirup metabolityang dikandung oleh serai karena memungkinkan terjadinya gangguan fsiologis bagi serangga. Ketidaksukaan serangga terhadap metabolit sekunder pertahanan serai menjadikannya salah satu bahan yang digunakan sebagai pengusir serangga.
B.     Rumusan Masalah
Dalam peulisan makalah ini penulis hanya membahas tentang :
a)         Pengertian metabolisme sekunder
b)        Kelompok metabolisme sekunder
c)         Fungsi masing-masing metabolisme sekunder
C.    Tujuan Penulisan
a)      Untuk mengetahui apa pengertian metabolisme sekunder
b)      Untuk mengetahui apa saja kelompok dari metaboilsme sekunder
c)      Untuk mengetahui fungsi masing-masing metabolisme sekunder
D.    Manfaat Penulisan
Dalam penulisan makalah ini dapat bermafaat sebagai menambah wawasan  mengenai metabolisme sekunder.
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian
Metabolit sekunder  merupakan senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya. Metabolit sekunder adalah berbagai macam reaksi yang produknya tidak secara langsung terlibat dalam pertumbuhan normal. Dalam hal ini metabolit sekunder berbeda dengan bahan metabolit intermediet yang memang merupakan produk dari metabolisme normal.
Setiap organisme biasanya menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, bahkan satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satu spesies  dalam suatu kingdom. Senyawa ini selalu dihasilkan tetapi pada saat dibutuhkan atau pada fase-fase tertentu. Fungsi metabolisme sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan misalnya mengatasi dari hama dan penyakit.
Contoh metabolisme sekunder salah satunya kopi yang mengandung kafein.
B.       Kelompok metabolisme sekunder
Klasifikasi metabolit sekunder menjadi 3 kelompok:
a)      Terpenoid (sebagian mengandung karbon dan hidrogen)
Contohnya monoterpena, seskuiterepena, diterpena, triterpena, dan polimer terpena
b)      Fenolik ( senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memililki cincin benzena, hidrogen dan oksigen) contohnya asam fenolat, kumarina, lignin, flavonoid, dan tanin.
c)      Senyawa yang mengandung nitrogen. Contohnya alkaloid, dan glukosinolat
Beberapa contoh metabolisme sekunder :
Kelas
Contoh senyawa
Contoh sumber
Efek dan kegunaan
SENYAWA MENGANDUNG NITROGEN



Alkaloid
Nikotin, kokain teobromin
Tembakau, coklat
Mempengaruhi neurotransmisi dan menghambat kerja enzim
TERPENOID



Monoterpena
Mentol, linalool
Tumbuhan mint
Mempengaruhi neurotrasmisi, menghambat trasnpor ion, anestetik
Diterpena
Gossyypol
kapas
Menghambat fosforilasi toksik
Triterpena, glikosida kardiak ( jantung
Digitogenin
digitalis
Stimulasi otot jantung mempengaruhi transpor ion
Stereol
Spinasterol
bayam
Mempengaruhi kerja hormon
FENOLIK



Asam fenolat
Kafeat, klorogenat
Semua tanaman
Menyebabkan kerusakan oksidatif, timbulnya warna coklat pada buah dan wine
Tannius
Gallotanin, tanin terkondensasi
Kacang-kacangan
Mengikat pritein, enzim menghambat digesti. Antioksidan
Lignin
Lignin
Semua tanaman darat
Struktur,serat
C.    Fungsi masing-masing metabolit sekunder
Senyawa-senyawa kimia hasil metabolit sekunder tumbuhan diantaranya adalah:
1.    Alkaloid 
Adalah sebuah golongan senyawan basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan. Alkaloid biasanya diklasifikasikan menurut kesamaan sumber asal molekulnya (precursors),didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu. Alkaloid bersifat detoksifikasi, bekerja menetralkan racun dalam tubuh.
2.      Saponin
Adalah jenis glikosida yang banyak ditemukan dalam tumbuhan. Saponin memiliki karakteristik berupa buih. Sehingga ketika direaksikan dengan air dan dikocok maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama. Saponin mudah larut dalam air dan tidak larut dalam eter. Saponin memiliki rasa pahit dan menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir. Jika digunakan dengan benar saponin dapat bermanfaat sebagai sumber anti bakteri dan anti virus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, dan mengurangi penggumpalan darah.
3.      Flavonoid
Adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, dan biru. Dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Flavonoid berfungsi untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner, mengandung antiinflamasi (antiradang), berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan.
Pada tanaman kedelai terkandung suatu senyawa yang merupakan senyawa metabolit sekunder, yaitu senyawa isoflavon atau flavonoid. Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar 2–4 mg/g kedelai. Senyawa isoflavon ini pada umumnya berupa senyawa kompleks atau konjugasi dengan senyawa gula melalui ikatan glukosida. Jenis senyawa isoflavon ini terutama adalah genistin, daidzin, dan glisitin. Bentuk senyawa demikian ini mempunyai aktivitas fisiologis kecil.
Senyawa ini terdistribusi secara luas pada bagian-bagian tanaman, baik pada akar, batang, daun, maupun buah, sehingga senyawa ini secara tidak disadari juga terikut dalam menu makanan sehari-hari. Bahkan, karena sedemikian luas distribusinya dalam tanaman maka dikatakan bahwa hampir tidak normal apabila suatu menu makanan tanpa mengandung senyawa flavonoida/isoflavon ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa senyawa flavonoida tidak membahayakan bagi tubuh dan bahkan sebaliknya dapat memberikan manfaat pada kesehatan.
Selama proses pengolahan, baik melalui proses fermentasi maupun proses non-fermentasi, senyawa isoflavon dapat mengalami transformasi, terutama melalui proses hidrolisa sehingga dapat diperoleh senyawa isoflavon bebas yang disebut aglikon yang lebih tinggi aktivitasnya. Senyawa aglikon tersebut adalah genistein, glisitein, dan daidzein.
Bentuk-bentuk produk olahan makanan tersebut sekaligus merupakan sumber isoflavon potensial untuk menunjang kesehatan tubuh kita. Berdasarkan hal tersebut maka mengkonsumsi kedelai dalam bentuk produk olahan terfermentasi lebih dianjurkan.
4.      Polifenol
Adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah serta kanker. Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sebagian besar tanaman penghasil senyawa metabolit sekunder memanfaatkan senyawa tersebut untuk mempertahankan diri. Tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder (seperti: quinon, flavonoid, tanin, dll.) yang membuat tanaman lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya. Hal ini disebut sebagai alelopati. Berbagai senyawa metabolit sekunder telah digunakan sebagai obat atau model untuk membuat obat baru, contohnya adalah aspirin yang dibuat berdasarkan asam salisilat yang secara alami terdapat pada tumbuhan tertentu.
Manfaat lain dari metabolit sekunder adalah sebagai pestisida dan insektisida, contohnya adalah rotenon dan rotenoid. Beberapa metabolit sekunder lainnya yang telah digunakan dalam memproduksi sabun, parfum. Manfaat lain dari metabolit sekunder adalah sebagai pestisida dan insektisida contohnya adalah rotenon dan rotenoid. Beberapa metabolit sekunder lainnya yang telah digunakan dalam memproduksi sabun, parfum, minyak herbal, pewarna, permen karet, dan plastik alami adalah resin, antosianin, tanin, saponin, dan minyak volatil.
B.     Saran
Mengingat potensi kandungan isoflavon pada kedelai dan produk-produk turunannya, maka pengembangan produk dalam bentuk makanan fungsional/makanan kesehatan dipandang sebagai upaya terobosan yang mempunyai arti strategis, baik ditinjau dan segi tekno-ekonomi maupun dan segi kesehatan. Berdasarkan potensi senyawa isoflavon maka berbagai jenis produk dapat didesain, baik kandungan maupun bentuknya, sesuai dengan tujuan pembuatan produk. Untuk itu, penelitian terapan dan investasi diperlukan untuk realisasi pengembangan produk-produk tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimus, /2010/07/ metabolisme-sekunder.html
R. Verpoorte, A. W. Alfermann (2000). Metabolic engineering of plant secondary  metabolism. Springer. ISBN 978-0-7923-6360-6.Page.1-3
S. J. H. Rizvi, V. Rizvi (2008). Thin layer chromatography in phytochemistry. CRC        Press. ISBN 978-1-4200-4677-9.Page.60-66
http://id.wikipedia.org/wiki/Metabolit_sekunder