Jumat, 01 November 2013

Manfaat Kesehatan dari Puasaa

Subbhanallah, Allah memang Maha Penyayang pada UmatNya

Ramadhan

Setahun sekali, sekitar 1,5 miliar muslim di seluruh penjuru dunia menunaikan ibadah puasa (tidak makan dan minum serta hal lain yang membatalkannya) antara fajar hingga matahari terbenam pada bulan Ramadhan. Mereka melakukannya bukan untuk menurunkan berat badan atau manfaat kesehatan, tetapi bagi mereka itu ditahbiskan dalam Al-Quran.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"(Quran 2:183).
Menurut Hukum Islam, anak-anak di bawah 12 tahun, orang sakit, musafir, dan wanita yang sedang haid atau menyusui dikecualikan dari puasa. Selain menjauhkan diri dari makanan atau air untuk sepanjang hari, mereka diminta untuk menjauh dari hubungan sex, merokok atau perbuatan tercela selama periode puasa. Selain itu, mereka didorong untuk melakukan tindakan kesalehan, banyak beramal, atau membaca Quran selama bulan ini.
Seperti yang umum diketahui, makanan sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menyediakan energi untuk segera digunakan dengan membakar karbohidrat, yaitu gula. Kelebihan karbohidrat yang tidak dapat digunakan disimpan sebagai jaringan lemak dalam otot, dan sebagai glikogen di hati untuk digunakan nanti. Insulin, hormon yang dihasilkan dari pankreas, menurunkan gula darah dan mengalihkan ke bentuk lain dari penyimpanan energi, yaitu glikogen. Agar efektif, insulin harus terikat pada situs pengikatan reseptor. Orang gemuk tidak memiliki reseptor, sehingga mereka tidak dapat memanfaatkan insulin mereka. Hal ini dapat menyebabkan intoleransi glukosa.
Ketika seseorang puasa (atau asupan karbohidrat menurun secara drastis), akan menurunkan glukosa darah dan tingkat insulin. Hal ini menyebabkan pemecahan glikogen dari hati dan pemecahan lemak dari jaringan adiposa untuk memenuhi kebutuhan energi bagi tubuh.

Atas dasar fisiologi manusia seperti yang dijelaskan di atas, di susunlah diet ketogenik (semi-puasa) yang telah dirancang untuk mengendalikan berat badan yang efektif. Diet ini dilakukan dengan cara memberikan jumlah protein dalam dosis tertentu yang terbagi dengan banyak air, multi-vitamin, dll. Ini efektif menurunkan berat badan, gula darah, tetapi karena efek sampingnya, harus digunakan hanya di bawah pengawasan dokter.
Selain diet ketogenik, dikenal pula diet puasa total, yaitu mengurangi atau menghilangkan rasa lapar dan diharapkan terjadi penurunan berat badan yang cepat. Pada tahun 1975, Allan Cott dalam bukunya "Fasting as a Way of life" mencatat bahwa "puasa membawa istirahat fisiologis yang sangat bermanfaat untuk saluran pencernaan dan sistem saraf pusat serta menormalkan metabolisme". Akan tetapi harus dicatat, bagaimanapun, ada juga efek merugikan dari diet puasa total tersebut, yang diantaranya hipokalemia dan aritmia jantung yang dikaitkan dengan diet rendah kalori yang dilakukan dengan tanpa pengawasan.

Mengapa Puasa dalam Islam Berbeda dari Puasa Jenis Lain?


Puasa Islami, berbeda dengan "diet" yang sudah dijelaskan di atas. Puasa memiliki fitur bermanfaat dibandingkan kedua diet yang disebut sebelumnya. Manfaat kesehatan dari puasa secara islami adalah karena faktor-faktor berikut:
  1. Dibandingkan dengan diet lain, selama berpuasa di bulan Ramadhan, tidak ada kekurangan gizi atau asupan kalori yang kurang memadai, dikarenakan tidak ada pembatasan pada jenis atau jumlah asupan makanan selama berbuka atau sahur. Hal ini dikonfirmasi oleh M.M Hussaini, yang selama Ramadhan 1974 ia melakukan analisis terhadap diet mahasiswa Muslim di University of North Dakota State University di Fargo. Dia menyimpulkan bahwa asupan kalori dari mahasiswa Muslim selama puasa berada di dua pertiga dari AKG (Angka Kecukupan Gizi).
  2. Puasa di bulan Ramadhan dilakukan secara sukarela, ini bukan pemaksaan yang ditentukan oleh siapapun. Pada bagian hipotalamus otak ada pusat yang disebut "lipostat" yang mengontrol massa tubuh. Ketika penurunan berat badan yang parah dan cepat yang dicapai dengan diet, pusat ini (lipostat) tidak mengenali kondisi tersebut sebagai normal dan karena itu menyebabkan kenaikan berat badan dengan cepat setelah seseorang berhenti dari dietnya. Jadi cara yang paling efektif untuk menurunkan berat badan adalah yang dilakukan secara lambat, disertai pengendalian diri, dan penurunan berat badan secara bertahap dengan cara memodifikasi perilaku kita, serta sikap mengenai makan itu sendiri. Ramadhan adalah bulan pengaturan dan pelatihan diri, yang jika hal itu dilakukan dengan benar, mudah-mudahan menyebabkan perubahan permanen dalam pembacaan oleh lipostat.
  3. Dalam puasa menurut aturan Islam, kita tidak mengalami diet makanan selektif saja (yaitu hanya protein, hanya buah-buahan dll). Sarapan sebelum fajar (sahur) harus dilakukan dan kemudian ketika matahari terbenam berbuka puasa dengan sesuatu yang manis, seperti kurma, buah-buahan, atau jus dan untuk menjamin tidak terjadi hipoglikemia, harus diikuti dengan makan malam seperti biasa.
  4. Shalat tambahan disunahkan setelah makan malam, yang membantu metabolisme makanan. Jika dilakukan penghitungan dengan penghitung kalori, jumlah kalori yang dibakar selama shalat tambahan yang disebut Tarawih adalah sebesar 200 kalori. Perlu diketahui, ketika shalat kita menggunakan seluruh otot dan sendi yang dapat ditempatkan dalam kategori latihan ringan dalam hal kalori output.
  5. Puasa Ramadhan sebenarnya latihan disiplin diri. Bagi mereka yang perokok berat, atau yang suka makan terus-menerus, atau minum kopi setiap jam, puasa adalah cara yang baik untuk menghentikan kebiasaan itu, yang diharapkan efeknya akan berlanjut setelah bulan Ramadhan berakhir.
  6. Efek psikologis dari puasa Ramadhan juga diamati dengan baik dari deskripsi orang yang berpuasa. Mereka menggambarkan perasaan kedamaian batin dan ketenangan. Nabi telah menyarankan mereka "Jika seseorang mengajak anda berkelahi, katakan kepada mereka saya berpuasa". Dengan demikian permusuhan pribadi selama bulan Ramadhan dapat diminimalisasi. Tingkat kejahatan di negara-negara muslim juga menurun selama bulan ini.

Dengan diketahuinya manfaat kesehatan dari puasa, mudah-mudahan kita dapat menjalankan berpuasa dengan lebih ikhlas karena Allah. Tujuan utama dari puasa itu sendiri adalah pengaturan dan pelatihan diri untuk mencapai ketaqwaan. Jika esensi puasa itu telah dijalani dengan sempurna, manfaat kesehatan pun akan kita dapatkan sebagai bonus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar